PELAJARAN DARI PEREMPUAN YANG SAKIT PENDARAHAN
Matius 9:20-22
Ayat 20
Pada
waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita
pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
Saudaraku dalam Tuhan, sebelum kita merenungkan dan
menarik sebuah pelajaran berharga dari perempuan yang sakit pendarahan, mari
menengok ke belakang sejenak kondisi yang dihadapi perempuan tersebut.
dua
belas tahun lamanya menderita
Saudaraku, dua belas tahun bukanlah waktu yang
singkat. Ini waktu yang cukup lama, bahkan dijelaskan dalam penderitaan, yaitu
pendarahan.
Perempuan itu dalam bahasa Yunani aslinya disebut
sebagai haemorrhoissa (ἡ αἱμοῤῥοοῦσα, "perempuan penderita
pendarahan"). Tidak diketahui jelas penyakitnya dalam diagnosis kedokteran
modern (dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai "issue of blood").
Sudah berobat kemana-mana dengan berbagai cara tapi
belum kunjung sembuh, bahkan sampai harta terkuras habis juga belum sembuh.
Apalagi zaman itu, kehidupan yang menganut hukum Musa,
bila perempuan pendarahan (terjemahan ENDE : leleh darah; terjemahan Lama :
berpenyakit bulan; terjemahan JAWA81 : nggrajag getih) adalah najis, artinya
perempuan tersebut tidak boleh menyentuh ataupun disentuh, siapa yang kena
sentuh, maka najislah orang tersebut sampai matahari terbenam, dan harus mandi
serta mencuci pakainnya.
Kalau kita pikir dan renungkan, betapa sangat
menderitanya perempuan itu, sakit tetapi tidak ada yang menjenguk, menguatkan
imannya atau sekedar memebri motivasi dan dukungan moral dan spiritual.
Jadi, sebut saja yang sedang terjadi pada perempuan
tersebut:
- ·
Telah mengalami dan merasakan dikucilkan
(diskriminasi) à secara social
- · Tubuhnya makin melemah, secara logika kekurangan/ kehabisan
darah à secara kesehatan/ medis
- ·
Ia sulit beribadah, apalagi ikut doa dan persekutuan
lainnya à secara rohani
- ·
Harta/ uang ludes à secara
ekonomi
- Benar-benar sebuah kondisi yang sulit dijalani
Ayat 21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal
kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Sebuah
keyakinan, iman yang tidak lumrah, tapi sungguh luar biasa, "Asal
kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Dan lebih luar
biasanya, terjadi seperti yang diimaninya, yang dipercayainya, ia sembuh seketika
itu juga.
Ayat 22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta
berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau."
Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
Jelas sekali dalam ayat ini, peneguhan hati seperti
yang diminta Tuhan Yesus telah mendorong imannya luar biasa bergerak dan
menyelamatkan (menyembuhkan serta memulihkan) seketika dari masalah dua belas tahun. Sungguh
luar biasa. Tidak ada perkara yang mustahil bagi yang percaya.
Saudaraku
terkasih, kalau kita hubungkan dengan Injil Markus 5:27-29
Ayat 27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang
Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang
dan menjamah jubah-Nya.
Ayat 28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja
jubah-Nya , aku akan sembuh."
Ayat 29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya
dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Kita mendapatkan pencerahan penjelasan, bahwa iman
yang luar biasa dari perempuan tersebut tidak muncul/ tumbuh begiru saja, tapi
dikatakan secara jelas, bahwa ia pernah mendengar berita tentang Yesus dan
perbuatan-perbuatan yang diakukanNya. Dalam kondisi yang habis-habisan, tidak
memiliki apa-apa lagi, tidak punya keluarga lagi, ia hanya bias menaruh
pengharapan besarnya kepada yang ia dengar nama Yesus.
Saat Yesus dengan murid-muridNya melintas hendak
menyembuhkan anak Yairus bersama banyak orang yang mengikutiNya, perempuan itu
benar-benar menguatkan, meneguhkan hatinya untuk mendatangi Yesus dengan
kata-kata iman yang dahsyat: “Asal ku jamah jubahNya, maka aku akan sembuh”.
Nah,
saudaraku dalam Tuhan…disinilah terjadi demonstrasi iman yang luar biasa.
Markus
5:30-32
Ayat 30 Pada ketika itu juga Yesus
mengetahui, bahwa ada tenaga
Ayat 31 Murid-murid-Nya menjawab:
"Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan
Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"
Ayat 32 Lalu Ia memandang
sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
Diantara kerumunan banyak orang, Tuhan Yesus merasakan ada kuasa yang
keluar dari dalam diriNya yang tidak dipahami murid-muridNya. Terjadi kontak
fisik dan rohani dan hanya Tuhan Yesus yang tahu persis siapa yang menjamahNya.
Saudaraku dalam Tuhan, kerumunan banyak orang mungkin bisa berbicara
banyaknya halangan, rintangan yang harus dilalui untuk menyentuh jubah Yesus
(pertolonganNya), bahkan dalam kondisi lemah sekalipun. Tuhan tahu persis siapa
yang mencariNya, yang datang kepadaNya, apakah dengan iman yang biasa saja,
sedang saja atau luar biasa rindunya kepada Tuhan, bahkan saat susah atau
senang, kelimpahan atau kekurangan. Yang pasti harus jadi perenungan kita semua
adalah hampiri Tuhan Yesus dengan iman yang rindu menyentuhNya, menikmati
hadiratNya. Itulah iman yang luar biasa, tidak biasa-biasa saja yang akan
mendatangkan mujizat seturut kehendak Allah. Rintangan dan halangan jangan menjadi
penghalang untuk maju dan bertumbuh dalam iman yang sejati kepada Tuhan Yesus.
Ayat 34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: ”Hai
anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan
sembuhlah dari penyakitmu!”
Inilah ending
perjalanan mengatasi masalah dengan menyertakan Tuhan Yesus, Raja segala raja. Ya…berjumpa,
bertemu, berhadapan dengan Yesus, Tuhan yang berkuasa atas segala hal, perempuan
itu dan juga kita semua yang sedang mengalami masalah apapun, bukan hanya
sembuh dari penyakit tetapi diselesaikan dosanya dan mendapatkan karunia/
anugerah keselamatan, yaitu hidup kekal selama-lamanya. Bahagia hidup bersama
Tuhan Yesus.
Pelajaran yang bisa kita petik dari kisah perempuan
yang sakit pendarahan dua belas tahun tersebut :
MILIKI IMAN YANG SEJATI, BENAR DAN LUAR BIASA, seperti apa?
· Keteguhan imannya pada Tuhan Yesus, ini menajdi titik tolak kesembuhannya terjadi, bukan pada menyentuh jubah Yesus atau cara, tapi pada imannya.
- Iman yang hidup, berbuat dan bertindak, sekalipun kehilangan hampir segala-galanya dalam hidupnya, tapi ia dengar tentang Yesus, ia tidak hanya percaya, beriman pada Yesus, tetapi ia mendatangi, mencari, berusaha dan berjumpa Yesus. Ya…imannya yang luar biasa telah membawanya pada persekutuan yang sangat dekat dengan hadirat Tuhan yang melegakan.
Saudaraku terkasih dalam Tuhan Yesus, mari mencari Tuhan
dan hadiratNya serta menikmatiNya selama-lamanya, jangan menunggu hingga waktu
yang lama pergumulanmu selesai (dua belas tahun) kecuali Tuhan izinkan…sekarang
cari Tuhan dengan sungguh-sungguh, Ia sangat mengasihimu dan peduli dengan
semua masalahmu, seberat apapun, sesulit apapun…Ia adalah solusi tepat bagi
orang yang percaya padaNya. Shalom, Tuhan Yesus memberkati…!
.png)
Komentar
Posting Komentar